Hukuman Yang Wajib Dirasakan Waktu SMK, Bikin Kapok !!!

  • 6 min read
  • Feb 27, 2018

Hukuman SMK – Hallo teman, berjumpa lagi dengan aku di bebasketik.com nih. Di postingan sebelumnya aku menulis tentang pengalaman Berlibur ke Wisata Bahari Lamongan. Kali ini aku ingin menulis pengalamanku selama bersekolah di bangku SMK.

Aku dulu bersekolah di SMK Negeri 1 Kediri. SMK Negeri 1 Kediri 90% muridnya adalah laki-laki, hanya ada beberapa saja yang perempuan. Kondisi tersebut lah yang membuat SMK ku tercinta itu siswanya dicap nakal.

Kenyataan memang seperti itu, banyak siswa yang bolos pelajaran, tidak mengerjakan tugas, membuat onar saat pelajaran, dll.

Namun meski begitu siswa SMK Negeri 1 Kediri banyak yang berprestasi lo teman. Mulai dari bidang olahraga yaitu juara voli, futsal, sepak bola, basket, dll.

Banyak juga yang juara dalam bidang akademiknya lo teman, salah satunya adalah mendapat hasil nilai tertinggi UN seluruh Jawa Timur, dll. Jadi berimbang tuh teman antara nakal dan prestasinya. Meski nakal tapi prestasi tidak boleh tertinggal.

Dalam kehidupanku di SMK ini banyak sekali kejadian yang sangat menarik. Seperti kata orang-orang, masa-masa paling indah adalah masa sekolah di SMA sederajat.

Dalam kesempatan kali akan menuliskan hukuman-hukuman yang aku alami selama duduk di bangku SMK. Oke langsung saja teman, hukuman-hukuman tersebut diantaranya adalah :

1. Keluar Dari Kelas

Ini nih teman, hukuman yang paling sering aku rasakan sewaktu duduk di bangku SMK dulu. Banyak dari teman-teman yang merasakan hukuman ini bukan ?. Yah hukuman ini memang paling melegenda dari hukuman lainnya teman. Memang sih kalau hukuman ini terasa tidak terlalu berat.

Apalagi kalau pelakunya anak yang bandel. Anak yang bandel malah lebih suka kalau di suruh keluar kelas. Mereka bisa tambah leluasa kemana-mana.

Ada yang malah jajan ke kantin sekolah, ke masjid untuk tidur, bermain sepak bola di lapangan, dll. Jadi kalau yang bandel kena hukuman ini, dia tidak bakalan kapok. Malahan mereka akan mengulanginya.

Itu di atas kalau anak bandel, nah beda cerita kalo yang kena hukuman anak yang rajin. mereka pasti bakal baper tidak ketulungan tuh. Mereka akan buru-buru masuk kelasnya.

Tapi kayaknya jarang deh kalau anak yang rajin kena hukuman ini, namanya aja anak rajin kan. Kalau mereka kena hukuman ini pasti langsung kapok dan tidak akan mengulanginya lagi.

Kalau aku sendiri sih masuknya tipe anak bandel, tapi ada waktunya juga jadi anak rajin. Lihat situasi dan kondisi lah pokoknya, kalau pas gurunya enak ya jadi anak rajin, nah kalau gurunya agak killer mah jadi anak bandel.

Perbuatanku tersebut jangan ditiru lo teman. Jadilah anak rajin terus saja, karena bakal menyesal seperti aku sekarang ini. Kenapa kok dulu tidak rajin belajarnya, jadinya sekarang pas perlu ilmunya tidak tau deh jadinya.

Banyak penyebab dari hukuman ini dikenakan. Mulai dari tidak mengerjakan PR, tidur di kelas, ramai di kelas, tidak mengerjakan tugas harian, menyontek saat ujian, celometan saat diterangkan materi oleh guru, telat masuk kelas, tidak membawa buku pelajaran, dll.

2. Razia Rambut Panjang

Nah kalau hukuman yang satu ini khusus untuk para siswa yang suka dengan rambut gondrong nih. Aku pasti menjadi langganan kalau pas ada razia rambut panjang. Karena aku memang suka memanjangkan rambut.

Di SMK Negeri 1 Kediri kan 90% laki-laki, di situ banyak sekali yang suka memanjangkan rambut teman. Jadinya para guru membuat kebiasaan setiap upacara bendera pada hari Senin pasti ada razia rambut panjang masal.

Meski para guru sudah malakukan hal tersebut, tetapi aku dan teman-temanku tidak kekurangan akal. Setiap kali razia rambut panjang aku dan teman-temanku pasti izin ke toilet.

Dan hal itu sangat efektif untuk menghindari razia rambut panjang. Tapi aku pernah juga kecolongan telat izin ke toiletnya dan akhirnya kena deh rambutku di potong ala kadarnya.

Banyak juga guru yang melakukan razia di luar waktu upacara bendera. Nah itulah yang menjadi momok besar bagi kami. Biasanya razianya itu dilakukan secara mendadak.

Baca Juga : 21+ Makhluk Mitologi yang Menjadi Misteri di Dunia [Bikin Merinding]

Entah itu pas di tengah pelajaran, olahraga, istirahat, atau jam lainnya. Jadinya kami tidak bisa menghindari razia yang mendadak ini.

Kalau lagi beruntung ya aman, tapi kalo pas lagi apes ya habis ini rambut. Pernah aku pas jam istirahat, tau-tau di panggil guru. Aku sudah punya firasat kalau bakal kena razia rambut.

Eh ternyata benar, apes deh nasib rambutku tidak jadi gondrong. Aku sangat malu pas razia itu, karena di depan umum dan di situ tidak ada yang kena razia selain aku, apalagi ada siswi perempuannya juga.

3. Lari Keliling Lapangan

Kalau yang ketiga ini adalah hukuman lari keliling lapangan. Kalau di SMK ku dulu, hukuman ini sering diberikan kepada siswa maupun siswi yang telat masuk sekolah. Aturan di SMK ku dulu jam pelajaran dimulai pada pukul 07.00 WIB. Tetapi gerbang masuk sekolah nya ditutup pada pukul 06.45 WIB.

Jadi kalau datang kelewat dari pukul 06.45 WIB sudah dianggap telat oleh guru. Nah untuk bisa masuk sekolah dan mengikuti pelajaran perlu beberapa konsekuensi. Salah satu diantaranya yaitu lari keliling lapangan.

Entah itu lapangan sepak bola, voly, atau basket itu terserah kepada guru yang bertugas memberi hukuman. Dan untuk jumlah putaran larinya juga tergantung kebijakan guru yang bertugas tersebut.

Aku sering banget nih kena hukuman yang satu ini. Karena kondisi rumahku yang sangat jauh, sekitar 35 menit jarak antara sekolah dan rumahku. Itu pun kalau jalannya lancar, kalau jalannya macet bisa lebih lama lagi.

Untungnya ada salah satu teman satu kelasku yang juga sering telat. Jadi aku tidak begitu baper, soalnya ada teman telat. Rumah temanku yang ini malah lebih jauh lagi jarak antara rumahnya dan sekolah mungkin sekitar 45 menit.

Kalau pas udah kerasa telat, Aku dan temanku ini selalu janjian untuk masuk sekolahnya barengan. Agar nanti pas kena hukuman tidak sendirian, melainkan ada temannya.

4. Hormat Bendera Merah Putih Berjam-jam

Kalau hukuman hormat bendera ini khusus diberikan kepada siswa-siswi yang telat mengikuti upacara bendera. Dan tidak hanya itu, siswa-siswi yang atributnya tidak lengkap saat mengikuti upacara bendera juga akan terkena hukuman ini. Kebanyakan dari temanku atribut yang sering ketinggalan adalah topi.

Kalau aku sendiri agak jarang terkena hukuman ini teman. Soalnya topi selalu aman berada dalam tasku, serta kalau pas hari Senin ibuku rajin bangunin aku. Jadi setiap hari Senin aku terselamatkan dari hukuman hormat bendera ini.

Tapi aku juga pernah terkena hukuman ini karena telat. Sebab ada temanku yang ingin bareng, jadi aku harus mengambil jalan yang agak memutar karena jalannya tidak satu arah.

Tapi aku tidak menyesal, karena aku lebih mementingkan pertemanan dari pada hukuman. Bagiku Pertemanan itu sangat berati.

5. Meminta Maaf di Depan Semua Kelas

Ini nih hukuman yang paling aku dan teman-temanku benci. Yaitu meminta maaf di depan semua kelas, hukuman ini tidak hanya disatu kelas saja. Melainkan ke seluruh kelas di SMK ku.

Kenapa kok aku dan teman-temanku benci ??, yah karena aku dan teman-temanku malu kalau berbicara di depan umum. Apalagi kalau di dalam kelas tersebut ada siswi perempuannya, sudah gitu cantik lagi. Itu membuat aku dan teman-temanku lebih malu lagi.

Memang sih aku tidak terlalu sering terkena hukuman ini. Karena hukuman ini yang memberikan adalah guru-guru tertentu saja kalau pas siswanya telat masuk ke dalam kelas. Salah satu guru tersebut adalah guru wirausaha di kelasku.

Bagi siswa-siswi yang telat pasti akan dikenankan hukuman ini. Guru ini memang sangat disiplin soal waktu, Jadi orangnya tidak pernah telat masuk ke kelas untuk mengajar.

Memang benar hukuman ini tidak akan membuat capek dan berkeringat. Namun hukuman ini sangat memalukan bagiku dan teman-temanku. Dan kalau pas bicara di depan umum tubuhku akan otomatis berkeringat karena grogi dan malu.

Kalau yang kena hukuman ini orangnya pandai bicara di depan umum ya enjoy aja. Tidak bakal ada beratnya sama sekali hukuman ini kalau bagi meraka. Dan yang pandai bicara ini tidak bakal kapok saumpama terkena hukuman ini.

Kalau yang terkena hukuman ini aku yang orangnya tidak pandai bicara di depan umum ya bakal kapok.

6. Jalan Jongkok

Meski namanya jalan jongkok terdengar enteng di telinga, tapi kenyataannya tidak begitu. Hukuman ini termasuk dalam kategori berat karena bisa membuat kaki linu selama beberapa hari setelahnya.

Hukuman ini diberikan kepada mereka yang telat masuk sekolah, namun yang memberikan hukuman ini hanya seorang guru saja. Yaitu guru olahraga di kelasku. Kalau pas guru ini yang menjaga gerbang masuk sekolah, yang telat pasti bakal dihukum jalan sambil jongkok. Guru olahraga ini memang terkenal guru killer di SMK ku.

Meski jarak jalan jongkoknya hanya berkisar 300-an meter. Itu sudah membuat kaki linu berhari-hari. Apalagi bagi mereka yang tidak biasa olahraga kaki. Pasti sakit linu di kakinya akan lama sembuh.

Untung saja guru olahraga ini hanya mungkin sekitar 1 bulan sekali saja bertugas menjaga gerbang masuk sekolah. Jadi aku dan teman-temanku jarang terkena hukuman ini.

7. Push Up

Nah kalau hukuman ini adalah hukuman yang paling sering aku dapat. Karena setiap pelanggaran sedikit saja pasti bakal kena hukuman ini. Itulah sebabnya siswa di SMK ku berotot semua, karena ya hukuman yang satu ini wkwkwk.

Aku sering kali terkena hukuman ini karena lupa tidak memasukan baju. Kalau dibilang lupa sebenarnya kurang tepat. Karena ya memang sengaja aku keluarkan bajunya.

Sering juga terkena hukuman ini gara-gara lupa tidak memakai dasi pas waktu memakai seragam putih abu-abu atau setangan pas waktu memakai seragam pramuka. Kalau dibilang lupa juga kurang cocok ini, karena memang sengaja dilepas.

Hukuman ini akan terasa ringan kalau guru yang memberikan baik hati, disuruhnya cuma berkisar 10-20 kali push up saja. Tapi kalo pas guru killer bisa sampai 50-100 kali push up. Bayangkan saja kalo sampai kena hukuman push up sampai 10 kali, kali aku mah bakal capek minta ampun itu hehehe.

Mungkin itulah pengalamanku terkena hukuman sewaktu duduk di bangku SMK. Sebenarnya masih ada beberapa lagi hukuman yang pernah aku alami semasa SMK. Namun yang paling sering ya ketujuh hukuman di atas tadi.

Pada dasarnya para guru menghukum kita guna kebaikan kita sendiri. Untuk membuat kita lebih patuh aturan, disiplin, tanggung jawab, sopan dan santun, serta lebih beradap lagi.

Itu semua demi masa depan kita. Bayangkan saja kalau nanti pas sudah kerja kita sering telat terus tugas tidak selesai, bisa-bisa kita di pecat dan jadi pengangguran. Bahkan sebelum kita akan susah diterima kerja karena riwayat kita di sekolah dulu.

Jadi mari kita lebih dalam menaati aturan, lebih disiplin, lebih tanggung jawab, lebih sopan dan santun, serta lebih beradap lagi.

Sampai di sini dulu ya postingan kali ini. Tunggu informasi-informasi menarik lain di bebasketik.com. Aku mohon maaf jika ada salah kata yang disengaja maupun tidak sengaja. Terima kasih telah bersedia membaca postinganku ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

%d bloggers like this: