Kalau Belum Kena Hukuman Ini, Bukan Santri MEC !!!

  • 6 min read
  • Mar 01, 2018
Hukuman Santri MEC - bebasketik.com

Kalau Belum Kena Hukuman Ini, Bukan Santri MEC – Hallo teman-teman pembaca setia bebasketik.com. Jika di postingan sebelumnya saya membahas tentang pengalamanku yang terkena hukuman waktu SMK, kali ini saya ingin berbagi pengalamanku terkena hukuman saat menjadi santri di MEC.

Untuk teman-teman yang belum tau tentang MEC atau Mandiri Entrepreneur Center bisa membaca profilnya di sini.

Oke, langsung saja cekidot !!!

1. Digundul

Digundul - bebasketik.com

Yang pertama adalah rambut dipangkas gundul. Yah, hampir di setiap pesantren pasti ada hukuman ini. Jika ada santri yang bandel seperti keluar malam, keluar tidak izin, tidak mengikuti kegiatan, dan lain sebagainya maka santri tersebut akan mendapat hukuman ini.

Pada saat saya menjadi santri di MEC, saya terkena 3 kali hukuman ini. Yang pertama adalah memang peraturan pertama masuk harus gundul (ini mungkin bukan hukuman, lebih ke persyaratan).

Yang kedua adalah karena saya melanggar peraturan keluar malam. Pada waktu itu saya keluar malam tujuannya untuk ngopi di warung kopi. Jelaslah kena hukuman, tujuannya aja ke warung kopi haha. Saat itu saya bersama dengan dua orang teman saya.

Yang ketiga adalah memang sudah menjadi peraturan kalau sudah mau lulus harus digundul semua (ini juga tidak bisa disebut hukuman ya gaes hahaha).

Banyak temanku yang lebih sering kena hukuman gundul. Jadi saya termasuk yang biasa aja kalau cuma tiga kali kena, apalagi yang dua sudah menjadi persyaratan.

2. Membaca Kalimat Istighfar

Membaca Istighfar - bebasketik.com

Yang berikutnya adalah hukuman berdzikir membaca istighfar. Hukuman ini lebih syar’i dari pada hukuman digundul di atas. Hukuman ini biasa diberikan kepada santri yang membuka sosial media, youtube, website yang tidak berkaitan dengan pelajaran, dan lain sebagainya.

Untuk jumlah dan waktu pembacaan istighfar ini tergantung kesalahan santrinya. Biasanya jumlahnya adalah sehari 1000 kali dalam seminggu. Tapi kalau santrinya sudah sering melanggar maka jumlahnya akan dinaikan menjadi sehari 5000 kali dalam seminggu.

Saya sendiri pernah kena hukuman istighfar sehari 5000 kali dalam seminggu. Saya kena hukuman ini karena ketahuan membuka sosial media. Dan saat dilihat historynya ternyata saya sering membuka sosial media. Dan akhirnya saya tidak bisa mengelak, kena deh hukuman istighfar sehari 5000 dalam seminggu.

Untungnya saya tidak sedirian kawan. Ada 15 orang temannya yang juga terkena hukuman ini. Dan kesalahannya pun sama semua. Eh dan lagi, hukuman ini harus dilakukan dalam sekali duduk per harinya. Itu cukup membuat pinggang sakit.

3. Menulis Kalimat Istighfar

Menulis Iastighfar - bebasketik.com

Kalau yang tadi adalah berdzikir membaca istighfar, hukuman berikutnya adalah menulis istighfar. Untuk hukuman ini selalu berpasangan dengan membaca istighfar. Ibarat satu paket kalau kena hukuman membaca istighfar, secara otomatis akan terkena hukuman ini juga.

Untuk pelanggarannya sendiri sama dengan pelanggaran hukuman membaca istifghfar. Namanya saja satu paket, jadi ya sama saja hehe.

Untuk jumlah dan waktu hukuman ini juga tergantung kesalahan santrinya. Biasanya sehari 200 kalimat istighfar dalam seminggu. Kalau sudah terlalu sering melanggar maka jumlahnya ditambah menjadi 500 kalimat istighfar dalam seminggu.

Saya pernah kena hukuman ini karena satu paket dengan pembacaan istighfar. Tapi saya kena yang sehari 200 kalimat istighfar dalam seminggu. Kalau teman saya yang lain kena yang sehari 500 kalimat istighfar dalam seminggu.

Untungnya hukuman ini boleh dicicil, tidak harus sekali duduk seperti pembacaan istighfar di atas. Yang penting sehari setor 200 atau 500 kalimat istighfar.

4. Lari Dari MEC ke Masjid Al-Akbar

Lari Dari MEC ke Masjid Al-Akbar - bebasketik.com

Kalau yang keempat adalah hukuman lari dari MEC ke Masjid Al-Akbar Surabaya. Jarak antara Mandiri Entrepreneur Center ke Masjid Al-Akbar Surabaya adalah sekita 2,5 km. Yang membuat hukuman ini melelahkan adalah ada dua alasan.

Alasan yang pertama adalah hukuman ini harus dilakukan bolak-balik. Jadi kalau di total jarak larinya menjadi sekitar 5 km. Alasan yang kedua adalah hukuman ini diberikan batas waktu. Waktunya adalah 45 menit, jika melewati batas waktu tersebut harus mengulang lari lagi.

Hukuman ini diberikan kepada mereka yang tidak mengikuti program olahraga rutin pada hari sabtu. Saya pernah satu kali terkena hukuman ini. Waktu itu saya tidak sengaja ketiduran di kelas akademik. Awalnya tujuan saya adalah mengambil baju. Tapi karena ngantuk berat akhirnya ketiduran.

Saya sebenarnya suka olahraga, tapi karena ketiduran saya jadi kena hukuman ini. Memang benar sih masih sama-sama olahraga, tapi olahraganya jadi tertekan.

Untungnya saya tidak sendirian, ada dua teman saya yang ketiduran juga. Jadi hukuman ini tidak terlalu melelahkan. Bayangkan saja kalau sendirian tidak ada teman. Pasti bakal kecapean karena tidak ada teman ngobrol.

5. Subsidi Makan Dicabut

Subsidi Makan Dicabut - bebasketik.com

Berikutnya adalah subsidi makan dicabut. Subsidi makan disini akan dicabut selama satu minggu. Tapi kalau pelanggarannya tidak berat, hanya sekitar 2 sampai 3 hari saja subsidi makannya dicabut.

Untuk pelanggarannya sendiri biasanya adalah jika santri berhubungan dengan lawan jenis secara sembunyi-sembunyi. Banyak dari teman saya yang kena hukuman ini karena saling kirim surat kepada lawan jenis. Selain itu hukuman ini akan diberikan kepada santri yang sering membuka sosial media juga.

Kalau untuk saya sendiri pernah terkena hukuman ini gara-gara sosial media. Saya kena hukuman ini bersamaan dengan membaca istighfar dan menulis istighfar. Subsidi makan saya dicabut selama satu minggu penuh.

Waktu itu saya sedikit kebingungan karena uang saku yang sudah mulai menipis. Tapi untungnya santri di MEC banyak yang peduli dengan teman. Jadinya saya sering makan sebungkus berdua bersama teman saya yang lain.

6. Menulis Surat Pernyataan

Menulis Surat Pernyataan - bebasketik.com

Kalau yang satu ini sudah agak fatal kawan. Hukuman menulis surat pernyataan akan diberikan kepada santri yang sudah diberikan hukuman dan teguran berkali-kali tetapi tidak mau berubah. Tapi bukan hanya itu saja, ada beberapa pelanggaran lagi.

Kebanyakan teman saya yang terkena hukuman ini adalah memang sudah dasarnya anak bandel. Jadi wajar kalau agak susah, meski sudah dihukum dan ditegur berkali-kali tetap saja melakukan kesalahan yang sama.

Saya pernah sekali mendapat hukuman ini karena 3 hari berturut-turut tidak mengikuti sholat berjamaah. Waktu itu memang selama 3 hari saya bergadang terus mengerjakan tugas akademik. Jadi saya pasrah saja disuruh membuat surat pernyataan.

Jika santri sudah 2 kali mendapat hukuman menulis surat pernyataan, maka surat pernyataan yang ketiga santri akan di DO atau di keluarkan dari MEC. Setelah saya terkena hukuman ini satu kali, saya langsung kapok. Karena takut di DO atau di keluarkan dari MEC.

7. Piket Kebersihan Seminggu

Piket Kebersihan Seminggu - bebasketik.com

Yang salanjutnya adalah hukuman piket kebersihan selama satu minggu. Hukuman ini akan diberikan kepada santri yang tidak bertanggung jawab dengan tugas piketnya. Yang seharusnya hanya piket 3 kali dalam seminggu, kalau kena hukuman ini akan menjadi 1 minggu penuh piketnya.

Saya pernah kena hukuman ini gara-gara lupa piket. Saya sampai lupa kalau ada piket adalah karena waktu itu ada acara sehingga membuat saya kecapean dan akhirnya menjadi lupa.

Waktu itu jatah piket saya adalah piket kamar mandi. Karena saya lupa tidak piket, saya harus membersihkan kamar mandi selama satu minggu penuh.

Teman saya juga banyak yang kena hukuman ini. Jadi hukuman ini sudah biasa diterima oleh para santri Mandiri Entrepreneur Center.

8. Mencuci Mobil

Mencuci Mobil - bebasketik.com

Kalau hukuman memcuci mobil ini akan diberikan kepada santri yang lupa tidak piket mencuci sepeda motor asrama. Di MEC memang ada jadwal yang mencuci motor asrama. Jadwal tersebut adalah satu minggu sekali dan santri yang bertugas piket akan diacak.

Jadi kalau santri yang bertugas tidak mencuci motor asrama, tugasnya akan ditambah dengan mencuci mobil milik MEC.

Hukuman ini pernah menimpa saya satu kali. Waktu itu saya berencana mencuci motor asrama setelah selesai akademik pada pukul 16.00 WIB. Tetapi gara-gara hujan akhirnya saya tunda mencuci motornya.

Hingga keesokan harinya saya lupa untuk mencuci motor. Akhirnya saya menjadi kelupaan terus mencuci motor asrama. Dan kena deh hukuman mencuci motor asrama sekalian dengan mobil Mandiri Entrepreneur Center.

9. Menghafal Hadits

Menghafal Hadits - bebasketik.com

Hukuman ini biasanya diberikan kepada santri yang tidak atau telat mengumpulkan tugas diniyah. Santri yang pemalas biasanya terkena hukuman yang satu ini. Memang yang dihafal haditsnya tidak terlalu panjang. Tapi karena diberikan batas waktu yang membuat hukuman ini agak susah.

Biasanya batas waktunya adalah satu kali 24 jam. Kalau untuk saya sendiri tidak pernah mengalami hukuman ini. Karena saya selalu mengumpulkan tugas tepat waktu. Karena memang saya santri yang rajin hehehe.

Nah kalau melewati batas waktu maka hadits yang di hafal akan ditambah lagi. Itulah yang membuat hukuman ini agak sulit. Takut kalau melewati batas waktu, nanti bakal ditambah haditsnya dan tambah tidak selesai deh.

10. Push Up

Push Up MEC - bebasketik.com

Nah hukuman yang terakhir ini adalah hukuman yang paling sering saya dan teman-temanku alamai. Ya, hukuman itu adalah push up. Hukuman ini agak berbeda dengan hukuman yang lainnya tadi. Hukuman ini lebih ke fisik dari pada rohani.

Tapi ada juga sih hukuman yang di atas tadi yang menggunakan fisik juga. Mulai dari telat mengikuti kegiatan, makan dan minum sambil berdiri, makan dan minum memakai tangan kiri, dan lain sebagainya akan mendapat hukuman ini jika ketahuan.

Saya sering kali kena hukuman ini gara-gara telat mengikuti kegiatan asrama. Kalau untuk kegiatan akademik, saya hampir tidak pernah telat hehe.

Nah itu tadi kawan, berbagai hukuman-hukuman yang pernah saya alami selama menjadi santri di MEC. Mungkin teman-teman yang pernah nyantri pasti pernah mengalaminya.

Tapi pada dasarnya hukuman-hukuman yang kita dapat adalah akibat dari ulah kita juga. Tidak akan ada hukuman yang diberikan kepada seseorang yang tidak bersalah kecuali ada kecurangan.

Jika kita melanggar peraturan yang ada, maka kita wajib hukumnya untuk menerema konsekuensinya. Jika kita menghindari konsekuensi tersebut, maka kita bukan termasuk orang yang bertanggung jawab.

Mari kita semua mengambil hikmah dari hukuman-hukuman yang pernah kita alami. Agar kita tidak membuat kesalahan yang sama lagi dan lagi.

Oke sobat, itu saja yang dapat saya tulis kali ini. Terima kasih atas kunjungan teman-teman semua. Mohon maaf ya kalau ada salah. Sampai jumpa di postingan lainnya yah, byebye !!!!

%d bloggers like this: