41+ Cara Penulisan Gelar Yang Baik dan Benar Sesuai Kaidah EYD [LENGKAP]

Cara penulisan gelar memang terdengar masalah yang sepele. Namun, masalah ini sering dialami semua orang. Pada umumnya orang merasa kebingungan saat menulis nama orang yang bergelar maupun pangkat pada suatu undangan.

Jika tidak teliti maka kemungkinan besar kita, akan salah dalam menulis nama orang yang akan diundang. Maka dari itu anda perlu mengetahui cara penulisan gelar yang benar dan sesuai.

Langkah utama yang harus anda lakukan, yaitu belajar terlebih dahulu tentang cara penulisan gelar. Tentu yang sesuai dengan EYD atau kaidah bahasa Indonesia. Kebanyakan orang masih bingung tentang masalah penulisannya. Bahkan ada yang tidak paham sama sekali mengenai hal ini.

Tak semua orang mau menerima kalau penulisan gelar ada yang salah. Pasti sebagian masyarakat ada yang protes jika mengalami hal tersebut. Oleh karena itu, mulai sekarang anda harus belajar cara menulis gelar yang benar. Supaya tidak mengecewakan orang yang akan kita undang.

Tenang tak perlu khawatir, sebab belajar penulisan gelar bukan hal yang sulit. Melainkan sangat mudah jika fokus dan sungguh-sungguh dalam mempelajarinya.

Akan tetapi masih ada juga yang tidak bisa memahami dengan baik tentang cara penulisannya. Pada umumnya aturan kebahasan untuk menulis gelar ini masuk pada kategori pemahaman mengenai singkatan.

Singkatan merupakan kependekan dari suatu kata, dilambangkan dengan huruf. Konon kabarnya gelar akademik itu ada dua macam, yaitu kalau untuk laki-laki diberi gelar Drs. Sedangkan jika perempuan maka gelarnya adalah Dra.

Julukan ini diberikan untuk seseorang yang sudah sekolah ke universitas. Bahkan gelar ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Namun penulisan gelar di atas sekarang sudah tidak digunakan lagi. Semenjak ada keputusan keluar, dari menteri pendidikan dan kebudayaan RI nomor 036/U/1993.

Mengenai penulisan gelar serta sebutan untuk lulusan perguruan tinggi sudah tak berlaku lagi. Adanya hal di atas membuat kepebulisan sebutan dan gelar menjadi berubah. Maka dari itu anda perlu mencoba mempelajari tentang cara penulisan gelar yang sesuai dan benar.

Memahami Akronim

penulisan gelar

Sebelum anda mengupas cara penulisan gelar, terlebih dahulu harus paham tentang akronim atau singkatan. Misalnya gabungan kata, huruf awal, dan sebagainya. Dalam penulisan ini terdapat beberapa syarat khusus, antara lain yaitu jumlah suku kata harus standar, tidak boleh melebihi.

Selain itu dalam penulisan akronim perlu memperhatikan keserasian, antara konsonan dan vokal. Keduanya harus sesuai dengan kata yang biasa digunakan untuk bahasa Indonesia. Oleh karena itu, anda harus jeli dalam mempelajarinya.

Penulisan Gelar yang Sesuai Dengan EYD

penulisan gelar

Ketika anda menulis nama dan gelar seseorang tidak boleh sembarangan. Hal ini bisa menimbulkan kecewa bagi diri seseorang. Selain itu kita juga nantinya akan sangat terlihat, seperti tidak berpendidikan.

Karena tentang cara penulisan gelar saja tidak bisa yang sesuai EYD. Namun jangan khawatir, di bawah ini akan kami sampaikan mengenai aturan penulisannya yang benar.

Pertama yaitu anda perlu memperhatikan penggunaan tanda titik, ketika menulis nama dan gelar. Biasanya tanda ini digunakan di akhir nama orang.

Selanjutnya tanda koma, pada umumnya tanda ini dipakai diantara nama seseorang dengan gelar akademik yang telah di tempun oleh seseorang.

Gelar Diploma

penulisan gelar

Berikut ini adalah penulisan gelar seseorang apabila telah menyelesaikan program pendidikan diploma.

Diploma Satu (D1)

  1. A.P. (Ahli Pratama)

Diploma Dua (D2)

  1. A.Ma. (Ahli Muda)

Diploma Tiga (D3)

  1. A.Md. (Ahli Madya)
  2. A.Md.Pd., (Ahli Madya Pendidikan)
  3. A.Md.Per. (Ahli Madya Keperawatan)
  4. A.Md.Kes. (Ahli Madya Kesehatan)
  5. A.Md.Bid. (Ahli Madya Kebidanan)
  6. A.Md.Par. (Ahli Madya Pariwisata)

Gelar Sarjana atau S1

penulisan gelar

Dalam penulisan gelar S1 atau sarjana anda harus mengikuti aturan yang benar sesuai EYD. Perhatikanlah letak pengunaaan tanda titik, koma, dan huruf kapital. Salah satu ketentuan yang perlu di ikuti adalah gelar di tulis dengan titik, diantara singkatan gelar yang sandang.

Adapun contoh penulisan suatu gelar, diantaranya yaitu :

  1. S.Ag. (Sarjana Agama),
  2. S.Pd (artinya sarjana pendidikan),
  3. S.Kom (artinya sarjana komputer),
  4. S.Si (artinya sarjana psikologi),
  5. S.Pt (artinya sarjana peternakan),
  6. S.Hum (artinya sarjana Humaniora),
  7. S.Sn (artinya sarjana seni),
  8. S.Ked (artinya sarjana kedokteran),
  9. S.Kes ( sarjana kesehatan), 
  10. S.T (artinya sarjana teknik.
  11. S.Sos (artinya sarjana sosial),
  12. S.S (sarjana sastra),
  13. S.P (sarjana pertanian),
  14. S.Fhil (sarjana filsafat),
  15. S.Th.I (artinya sarjana theologi islam),
  16. S.E (sarjana ekonomi),
  17. S.H (sarjana hukum),
  18. S.K.M (artinya sarjana kesehatan masyarakat),
  19. S.Pd.I (artinya sarjana pendidikan islam),
  20. S.Sos.I (artinya sarjana sosial islam),
  21. S.I.P (sarjana ilmu politik).

Gelar Magister atau S2

penulisan gelar

Mahasiswa yang sudah menyandang gelar S1, kemudian melanjutkan kuliah lagi ke tingkat yang lebih tinggi itu namanya program S2. Setelah lulus magister seseorang akan mendapat gelar. Biasanya penulisan gelar sesuai aturan EYD. Tentu ada nama orangnya, lalu ada dua pangkat di belakangnya. Namun mayoritas masyarakat lebih suka mencantumkan gelar s2, sehingga gelar S1 tidak di munculkan.

Beberapa nama gelar untuk S2, yakni ada :

  1. M.Ag. (Magister Agama),
  2. M.Si. (Magister Sains),
  3. M.Hum. (Magister Humaniora),
  4. M.Psi.(Magister Psikologi),
  5. M.Kom (Magister Komputer),
  6. M.H (Magister Hukum),
  7. M.T (Magister Teknik),
  8. M.Sn (Magister Seni),
  9. M.M (Magister Manajemen),
  10. M.Kes (Magister Kesehatan), 
  11. M.E (Magister Ekonomi).
  12. M.P (Magiter Pertanian),
  13. M.H.I (Magister Hukum Islam),
  14. M.Fhil (Magister Fhilsafat),
  15. M.Pd (Magister Pendidikan),
  16. M.P (Magister Pertanian), 
  17. M.E.I (Magister Ekonomi Islam).

Gelar Doktor Dalam Negeri

penulisan gelar

Kebanyakan masyarakat Indonesia masih sering salah dalam menulis gelar doktor. Salah satu alasan kenapa ini bisa terjadi karena mereka belum mengerti cara penulisan gelar doktor yang sesuai. Padahal sebenarnya ini sangat mudah, hampir sama dengan gelar lainnya.

Perlu diperhatikan ketika anda akan menulis gelar doktor. Jika menulis huruf D dan R, jangan di pisah. Maka dari itu langsung tulis saja Dr. (artinya doktor). Huruf D menggunakan huruf kapital, sedangkan R menggunakan huruf kecil.

Ketentuan Penulisan Gelar Sarjana Muda Luar Negeri

penulisan gelar

Contoh penulisan gelar sarjana muda luar negri yang benar, antara lain adalah :

  1. B.Sc. (Bechelor of Science), 
  2. B.D. (Bechleor of Divinity),
  3. B.Litt. (Bechelor of Literature),
  4. B.M. (Bechelor of Medicine),
  5. B.E. (Bechelor of Education).
  6. B.Arch. (Bechelor of Architrcture),
  7. B.Ag. (Bechelor of Agriculture),
  8. B.A. (Bechelor of Arts).

Semua penulisan gelar ini harus anda pahami dengan fokus agar di lain waktu tidak salah menulis.

Gelar Master Luar Negeri

penulisan gelar

Berikut ini ada beberapa gelar master luar negeri yang perlu anda ketahui. Diantaranya ada

  1. M.A ( Master of Arts),
  2. M.Ed (Master of Education,
  3. M.Litt (Master of Literatur),
  4. M.Lib, (Master of Library)
  5. M.Arch, (Master of Architecture)
  6. M.Sc. (Master of Science)

Penulisan Gelar Doktor Luar Negeri

penulisan gelar

Berikut ini adalah penulisan gelar doktor luar negeri :

  1. Ph.D. (Doctor of Philosophy)
  2. Ed.D. (Doctor of Education)
  3. Sc.D. (Doctor of Science)
  4. Th.D. (Doctor of Theology)
  5. Pharm.D. (Doctor of Pharmacy)
  6. D.P.H. (Doctor of Health)
  7. D.L.S. (Doctor of Library Science)
  8. D.M.D. (Doctor of Dental Medicince)
  9. J.S.D. (Doctor of Science of Jurisprudence)

Demikian pemaparan yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat menambah wawasan anda. Tetap pantengin Bebas Ketik ya, terima kasih. 

Leave a Comment

%d bloggers like this: